Gambaran
Umum![]() |
Kecamatan Subi |
Subi Kecil termasuk dalam
Gugusan Pulau Natuna Selatan, Secara administratif Kecamatan Subi merupakan
bagian dari Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Di pulau ini terdapat
ibukota Kecamatan Subi. Pulau Subi Kecil terletak di Laut Natuna dan berbatasan
dengan negara tetangga yaitu Malaysia, sedangkan secara geografis pulau ini
memiliki koordinat 030 01' 54" LU dan 1080
51' 25" BT Pulau Subi Kecil merupakan salah satu pulau yang dijadikan
sebagai titik dasar TD.032 dan titik referensi TR.032. Akses ke pulau
ini cukup sulit karena tidak ada perahu/kapal yang secara rutin ke pulau ini.
Pulau ini dapat diakses dengan menggunakan perahu/kapal laut nelayan dari
Pelabuhan Penagi, Ranai dengan waktu tempuh sekitar 15 jam dengan menggunakan
perahu/kapal mesin dengan kecepatan rata-rata 2 - 3 knot.
Air Bersih
Sarana penting dan utama di sebuah
pulau kecil adalah keberadaan sumber air tawar yang bersih. Sumber air
bersih di Subi berasal dari air sumur, air yang dikonsumsi (minum) dan air
untuk kebutuhan sehari-hari (mencuci, mandi) itu berbeda.
Peribadatan
Di Pulau Subi Kecil memiliki 6
unit masjid, 7 unit Surau ( mushola) , 4 kompang. Surau atau Mushola ada di
masing-masing desa yang berada di kecamatan Subi. Masyarakat lebih sering
menggunakan masjid untuk melakukan kegiatan keagamaan dibandingkan menggunakan
surau. Surau biasa digunakan untuk melakukan pengajian.
Penerangan
Sarana Penerangan di Pulau Subi
Kecil masyarakatnya masih menggunakan listrik yang dikelola
Perusahaan Daerah (Perusda) Natuna yang sejak Januari 2014 cuma hidup 7 jam
sehari. Waktu penerangan di penginapan berkisar pada pukul 18.00-6.00.WIB
penerangan di penginapan lebih lama waktunya, karena para pemilik penginapan
memiliki genset pribadi. Sedangkan di rumah-rumah warga listrik hanya
menyala pada pukul 17.00-00.00.WIB.
Kesehatan
Faslitas kesehatan di
kecamatan Subi terdapat 1 Unit Pusesmas, 4 Unit Postu, 1 Unit polindes dan 3
Unit Posyandu. Penyedian fasilitas pelayanan kesehatan yang bertujuan agar
semua lapisan masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara merata dan
murah, dengan harapan akan tercapai derajat kesehatan masyarakat yang baik agar
memperoleh kehidupan yang sehat dan produktif.
Di Pulau Subi Kecil terdapat
puskesmas dengan tenaga 3 dokter (Dokter gigi, umum dan dokter keluarga), 7
bidan, 14 perawat. Keluhan masyarakat yang sering adalah hipertensi dan
rematik. Semenjak ada bantuan dari Menkes sering diadakan penyuluhan-penyuluhan
di Kec. Subi. Masyarakat yang akan berobat ke puskesmas tidk dikenakan
biaya, namun jika harus dirawat pasien hanya membayar biaya rawat inap.
Pendidikan
Sarana pendidikan di Pulau Subi
cukup memadai mulai tingkat PAUD, taman kanak-kanak hingga Sekolah Menengah
Atas. Di Subi terdapat 1 unit SMA Negeri, 2 unit SMP Neegeri, 5 unit SD Negeri
dan 3 Taman Kanak-kanak. Keaadan Sekolah di Subi umumnya masih layak untuk
digunakan, namun ada beberapa sekolah dasar yang sudah tidak layak. Bangunan
sekolah kurang perawatan, sarana sekolah (bangku, meja, papan tulis) yang sudah
tidak layak pakai. Sekolah Menengah Pertama ada 2 unit, di Desa Subi dan di
Desa Pulau Panjang. Semua murid Sekolah Menengah Pertama melakukan Ujian
Nasional di SMP Desa Subi, murid SMP yang berada di Pulau Panjang melakukan
Ujian Nasional bersama-sama dengan murid SMP Subi di SMP Negeri 1 Subi.
Pendukung Pemerintahan
Sarana pemerintahan di Pulau Subi
telah terorganisir dengan baik, seperti kantor kecamatan, kantor KUA, kantor
unit desa, dll. Kecamatan Subi memiliki 1 unit kantor camat, 1 unit
gedung pertemuan, 1 unit kantor KUA dan 8 unit Kantor Desa (Desa Subi, Desa
Terayak, Desa Meliah, Desa Meliah Selatan, Desa Subi Besar, Desa Subi Besar
Timur, Desa Pulau Panjang, Desa Keredau.
Sarana Umum Lainnya
Sarana Umum yang ada di Pulau Subi
Kecil terdapat penginapan, warungn kecil, toko besar, warung makan, kafe
tempat karaoke. Warung besar yang berada di Subi menjual kebutuhan
sehari-hari. Menjual kebutuhan dapur, kebutuhan rumah tangga sampai kebutuhan
elektronik. Harga kebutuhan di Subi lebih mahal dibandingan harga di Pulau
Jawa, ini dikarenakan barangnya harus dikirim via transportasi laut.
Sanitasi Lingkungan
Di Pulau Subi sendiri tidak ada
tempat pembuangan sampah, warga umumnya membuang sampah di pinggir pantai atau
terkadang sampah dibakar. Pengelolaan sampah atau limbah dari laut pun kurang,
pernah dilakukan penyuluhaan tentang pengelolaan sampah oleh Ibu camat namun
karena kurang kesadaran dari masyarakat proses pembuatannya tidak berjalan
lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar